Ingin Tidur Nyenyak setelah Sahur? Ini Dia Posisi Terbaik versi Dokter untuk Pengidap Maag


Judul : Ingin Tidur Nyenyak setelah Sahur? Ini Dia Posisi Terbaik versi Dokter untuk Pengidap Maag
link : Ingin Tidur Nyenyak setelah Sahur? Ini Dia Posisi Terbaik versi Dokter untuk Pengidap Maag


Ingin Tidur Nyenyak setelah Sahur? Ini Dia Posisi Terbaik versi Dokter untuk Pengidap Maag

212news - Buat Anda yang berencana untuk istirahat setelah sahur, tersedia sejumlah saran yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Tetapi, saran-saran itu sangatlah aman untuk Anda yang mengidap penyakit asam lambung.

Sungguh tidak disarankan untuk tidur sesudah berbuka puasa di waktu subuh.

Namun terkadang, tertidur selama 1 jam masih sangat bernilai bagi orang-orang yang harus beraktivitas di keesokan paginya.

Prof. Dr/dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, yang merupakan Ahli Endoskopi Gastrointestinal dan juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menyebutkan bahwa meskipun terasa sangat letih, lebih baik untuk beristirahat selama dua jam usai sahur.

"Anjurannya secepat-cepatnya kita tidur itu setelah dua 2 jam makan. Karena makanan itu berada di lambung kita itu selama 6-7 jam," kata dia dalam sebuah video yang dikutip Senin (18/3/2024).

Rahasia Kesehatan 10 Hari Ramadhan Menurut Dr Zaidul Akbar: Konsumsilah Minuman Detox Ini Pada Waktu Berbuka dan Sahur

Bagaimana dampaknya jika seseorang tertidur selama 1-2 jam setelah sahur?

Dia menyebutkan bahwa setelah berbuka puasa, masih ada banyak makanan yang tertinggal di perutnya.

Apabila terpaksa tertidur dalam posisi berbaring telentang, makanan bisa saja kembali naik atau mengalami refluk.

Makanan yang kembali dari lambung ke kerongkongan.

Ini berarti, rutinitas tidur setelah sahur dapat menyebabkan timbulnya gejala penyakit GERD (refluks gastroesofageal).

"Jelas saja ini menjadi masalah untuk penderita asam lambung," katanya.

Gejalanya umumnya berupa rasa hangat di dada seolah-olah terbakar serta mulut yang berasa pahit.

Keadaan ini sebetulnya dapat dihindari.

"Anjuran nya adalah dengan menambahkan bantal, menggunakan dua hingga tiga buah mungkin tak terlalu nyaman dibandingkan kita mengalami refluk," jelas Dr. Ari.

Menurut data tahun 2017, antara 5 hingga 9,9 persen populasi total di Indonesia menderita Gerd, yang merupakan bagian dari kelompok penyakit terkait dengan keasaman perut.

Gerd dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.

Ari lebih lanjut mengklaim bahwa GERD tidak secara langsung menyebabkan kematian pada seseorang.

Gerd dikenal sebagai suatu kondisi jangka panjang yang dapat berkembang menjadi masalah pada paru-paru atau organ tubuh lain serta menyebabkan komplikasi.

Istirahat Pasca Sahur Dari Perspektif Kedokteran

Sesuai dengan yang diketahui, menjalani sahur saat bulan Ramadan menyebabkan banyak orang perlu terbangun lebih awal daripada biasanya.

Seringkali orang-orang memilih untuk segera beristirahat lagi setelah mengonsumsi makanan sahur akibapun kesulitan melawan rasa kantuk.

Namun berhati-hatilah, karena ternyata kebiasaan ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.

Terdapat pula Hadits Nabi yang mengupas tentang istirahat setelah berbuka puasa.

Apa penjelasannya? Mari kita lihat di bawah ini.

Menurut laporan di Kompas.com pada artikel tersebut 'Mungkinkah Tidur Sesudah Sahur? Berikut Penjelasannya' , dokter Inge Permadi, MS, SpGK mengatakan bahwa ternyata tidur setelah sahur memang tidak dibatasi.

"Metrobolisme badan takakan terpengaruh cuma gara-gara kita tidur," demikian dia menjawab.

Namun, penting untuk memperhatikan selang waktu antara menyelesaikan makan dan beristirahat.

Saat makanan memasuki tubuh kita, artinya tubuh kita tengah bekerja.

Bukan soal sistem metabolisme dalam tubuh, tetapi makanan merupakan sumber energi.

Saat sumber energi tersebut tak digunakan oleh tubuh kita, maka akan disimpan atau tertimbun," ungkapnya.

Menurut Inge, makanan yang disusun tersebut akan digunakan ketika sedang beraktifitas.

Ini menunjukkan kepentingan memiliki selang waktu antara makan dan tidur.

Maka dari itu, sebaiknya jangan langsung istirahat setelah berbuka puasa.

Tidur segera usai sahur bisa menyebabkan seseorang lebih mudah terkena masalah pada sistem pencernaan serta beberapa penyakit di bawah ini:

1. Peningkatan asam lambung

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP sebagai pakar gastroenterologi dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia secara langsung menyatakan bahwa tidur segera setelah berbuka puasa sangat tidak disarankan untuk orang yang memiliki kesehatan normal.

Lebih baik tidak langsung tidur sesudah berbuka puasa untuk orang yang menderita maag atau penyakit asam lambung (GERD).

"Dia menyarankan untuk makan terakhir dua jam sebelum waktu tidur," katanya.

Ari mengusulkan agar supaya meredakan kantukan yang timbul, kita dapat istirahat setengah terduduk sambil menggunakan bantal yang diposisikan lebih tinggi.

Karena ketika dalam posisi berbaring, makanan yang belum tercerna dengan baik bisa naik kembali ke kerongkongan bersama cairan asam dari perut.

Asam lambung pada kerongkongan dapat menyebabkan iritasi atau cedera yang mengakibatkan penyakit maag.

2. Gangguan pencernaan

Tiduran dalam posisi datar bisa mencegah pengepakan ulang lambung.

Apabila situasi ini berlanjut, orang tersebut cenderung lebih muda mengidap masalah pada sistem pencernaannya.

Jenis masalah yang timbul tergantung pada jenis makanan yang dimakan selama berbuka puasa.

Maka dari itu, diperlukan konsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan supaya sistem pencernaan berjalan dengan baik.

3. Penimbunan lemak

Pada waktu tidur, tubuh hanya menghabiskan sebagian kecil energi sehingga asupan dari sahur tak dipakai untuk aktivitas.

Sehingga, lebih banyak makanan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Keadaan tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah terkena masalah kegemukan di perut atau bahkan obesitas apabila mereka tertidur segera setelah berbuka puasa.

>>>Perbarui berita terbaru di Google News 212News